RSSFacebookTwitterHandphone    Rabu, 23 April 2014 | 14:17 WIB
  Daftar!   Lupa Password?  
JARING RADIO 
06 Juni 2013, 17:24:17 | Laporan Sentral FM Lumajang
Saksi Pasangan ASA Pilih Walk Out

Penghitungan Akhir Pilkada Lumajang Diwarnai Hujan Interupsi

suarasurabaya.net - Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Suara Pilkada Kabupaten Lumajang yang digelar di Kantor KPU Kabupaten Lumajang yang dipimpin oleh 5 Komisioner KPU Jatim, Kamis (6/6/2013) siang, berlangsung panas. Pasalnya, dalam perhitungan akhir yang menjadi final pelaksanaan Pilkada untuk memilih pasangan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Lumajang ini diwarnai hujan interupsi.

Interupsi itu disampaikan oleh 3 saksi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang berkompetisi dalam Pilkada kali ini. Diantaranya dari saksi pasangan H Agus Wicaksono, Ssos-KH Adnan Syarif, LC. MA (ARIF) bernomor urut 2, saksi pasangan H Ali Mudhori, Mag-H Samsul Hadi, SH. MH (ASA) bernomor urut 3 dan saksi dari pasangan Indah Pakarti, Ssos-H Abdul Kafi (INDAH-KAFI) bernomor urut 4.

Dari pemantauan Sentral FM, interupsi bernada protes ini dilayangkan ketiga saksi pasangan calon setelah Andry Dewanto Ahmad, SH Ketua KPU Jatim membuka Rapat Pleno dan membacakan nma-nama saksi sesuai surat mandat yang diberikan dari masing-masing Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Interupsi itu diawali dari saksi pasangan ARIF, yakni M Nur Agus Sumitro yang menyatakan bahwa pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang didukungnya sejak awal telah menetapkan tidak akan menerima apapun hasil dari rekapitulasi perhitungan di tingkat Kabupaten Lumajang.

“Sebelum dimulai kami menyampaikan, kehadiran kami di sini dari awal sudah dengan niat tidak akan menerima hasil papun dari pleno ini. Tentunya kai punya alasan dan bukti-bukti yang nanti akan kami rinci dalam lembar keberatan. Keberatan ini akan kami tindaklanjuti pada waktu dan tempatnya nanti,” kata M Nur Agus Sumitro.

Interupsi itu kemudian dilanjutkan oleh Siti Masyitah, Sag, MPdi selaku saksi dari pasangan ASA nomor urut 3 yang menyatakan, pihaknya memiliki cukuyp banyak keberatan karena terjadi pelanggaran. Dimana, pelanggaran itu dilakukan oleh penyelenggara Pemilu.

“Mulai dari model C1 sampai model D1 dan DA pasangan kami belum mendapatkan. Apakah perhitungan ini bisa dimulai? Karena, itu dasar kami melakukan rekapitulasi di tim kami sendiri,” kata Siti Masyitah.

Selanjutnya, saksi pasangan INDAH-KAFI nomor urut 4 yakni Agus Purwo Hidayat juga menyampaikan, bahwa hasil PTUN yang menganulir pasangan ASA sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lumajang namun tidak diindahkan oleh KPU Jatim.

“Apakah kemudian hasil pleno terbuka rekapitulasi ini bisa menjadi dasar bahwa hasil Pilkada ini legitimate secara hukum. Sebab, bisa jadi pelaksanaan Pilkada Lumajang kali ini melanggar undang-undang,” kata Agus Purwo Hidayat.

Andry Dewanto Ahmad, SH Ketua KPU Jatim sendiri menjawab interupsi itu dengan mengatakan, bahwa Rapat Plenbo Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Suara tingkat Kabupaten ini hanya akan membahas soal perhitungan suara saja. “Nawaitu-nya adalah menghitung perolehan suara,” katanya.

Namun, melihat munculnya banyak interupsi itu, Ketua KPU Jatim mengakui bahwa pelaksanaan Pemilu itu ada ketidaksempurnaannya, itu dinyatakan pasti. Oleh karenanya dibentuk lembaga pengawasan, baik PPL di tingkat Desa, Panwascam di tingkat kecamatan dan Panwaslu di tingkat kabupaten.

“Kalau masih belum puas, bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi atau MK. Itu hak dan dilindungi undang-undang. Namun, Pleno hari ini hanya untuk menghitung suara saja. Kalau ada keterberatan, maka nanti di akhir pleno kan diberikan kesempatan untuk mengiri keberatannya di lembar khusus. Sebab, Pilkada tanpa digelar rapat pleno perhitungan akhir dan tidak diputuskan siapa pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, maka tidak akan ada dan tidak akan bisa dilakukan gugatan ke MK,” tegas Andry Dewanto Ahmad, SH.

Setelah menjelaskan demikian, saksi pasangan ASA, Siti Masyitah kembali melontarkan interupsinya berulang kali yang menyangkut pelanggaran tidak dikantonginya model C1, D1 dan DA yang menjadi bahan rekapitulasi suara tim pemenangannya. “Kalau kami tidak mendapatkan berkas itu, bagaimana kami melakukan rekapitulasi,” cecar Siti Masyitah.

Menanggapi hal itu, Andry Dewanto Ahmad, SH Ketua KPU Jatim mempersilahkan saksi bersama tim pemenangannya untuk mengumpulkan data-data kecurangan, pelanggaran dan lainnya untuk diajukan sebagai keberatan.

“Kalau yang bersifat pelanggaran bisa diajukan ke PPL di Desa, Panwascam di Kecamatan sampai Panwaslu di Kabupaten. Kalau soal hasil perhitungan bisa diajukan gugatan ke MK. Itu sudah ada tahapan dan kesempatannya sendiri. Hasil gugatanitu bagaimana, yang jelas akan dilaksanakan karena keputusan MK mengikat. Bisa diulang di satu kecamatan, Desa dan sebagainya,” tegas Andry Dewanto Ahmad, SH.

Mendapatkan penjelasan itu, Siti Masyitah menyatakan pihaknya sudah melapor ke Panwaslu dan untuk berkas sudah meminta saksi dari penyelenggara di TPS dan juga di Kecamatan. Atas pernyataan ini, Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad, SH meminta Almas’udi, STp, MH Ketua Panwaslu Kabupaten Lumajang untuk memberikan penjelasan.

Namun, Ketua Panwaslu Kabupaten Lumajang menyatkan tidak menerima laporan tersebut. “Dari laporan yang ada di meja kami, adalah laporan terkait adanya dugaan pelanggaran TMS saja. Yakni Terstruktur, Massive dan Sistemik terkait dengan Desk Pilkada. Itu saja,” kata Almas’udi, STp, MH.

Meski mendapatkan penjelasan itu, saksi pasangan ASA masih terus melayanghkan interupsinya. Sampai-sampai, Andry Dewanto Ahmad, SH Ketua KPU Jatim berulang kali memotong interupsi itu.

Hingga akhirnya, Siti Masyitah bersama saksi lainnya akhirnya memutuskan untuk walk out dari ruang Rapat Pleno di Kantor KPU Kabupaten Lumajang ini. “Tapi kita tidak memaksa saksi untuk meninggalkan ruangan lho,” tegas Andry Dewanto Ahmad, SH.

Selanjutnya, saksi pasangan ASA Siti Masyitah pergi meninggalkan ruangan. Ia memilih walk out dan Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Tingkat Kabupaten Lumajang ini pun dilanjutkan. (her/ipg)

Teks Foto :
1. Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan akhir Pilkada Lumajang di Kantor KPU Jl. Veteran yang dipimpin 5 Komisioner KPU Jatim.
2. PPK Tempursari menunjukkan berkas rekapitulasi Kecamatan yang akan dibacakan.
Foto : Sentral FM

Editor: Iping Supingah


BERITA TERKAIT 
1. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5. Partai Golongan Karya (Golkar)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional (PAN)
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
14. Partai Bulan Bintang (PBB)
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
Rumah Sakit Mata Undaan
Age Related Macular Degeneration, Penurunan tajam penglihatan pada orang tua sebagian besar karena proses... [detil]
Rumah Sakit Darmo
Tuli Kongenital, Deteksi Dini dan Intervensi, Pendengaran merupakan salah satu indera pada manusia yang berhubungan erat... [detil]
Rumah Sakit Premier
RS Premier Raih Sertifikat JCI, Mimpi tentang kenyamanan dan keselamatan bagi pasien, di RS Premier akan... [detil]
E 100 ON FACEBOOK 
Copyright © 2012 suarasurabaya.net, All Rights Reserved · FAQ · Kontak