JARING RADIO

Kualitas Bangunan Ponkesdes Di Bondowoso Diragukan

Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 03 Juli 2013 | 17:53 WIB
suarasurabaya.net - Pekerjaan proyek bangunan sebuah Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) yang dibawahi langsung oleh Dinas Kesehatan Bondowoso, diragukan kualitasnya. Proyek dimaksud berlokasi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Cermee, Bondowoso.

Keraguan akan kualitas itu, disampaikan oleh Dr Imron, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, saat dikonfirmasi Friska Kalia dari Radio Rama FM. Sebab, rekanan atau kontraktor yang mengerjakan proyek senilai Rp.171 juta tersebut, mendapatkannya melalui oknum wartawan.

“Memang ada rekan media (wartawan) yang meminta ke saya, tapi terus terang saya tidak lihat medianya, tapi tetap lihat siapa yang mengerjakan,” ungkap Dr Imron.

Meski demikian, Dr Imron enggan mengungkapkan alasannya sehingga pihaknya harus merealisasi “jatah” proyek untuk oknum wartawan itu.

Tetapi, Dr Imron menegaskan kepada media dan seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal dan mengawasi bersama proses pembangunan gedung fisik tersebut.

Sementara itu, Agus Tiyono dari CV. Ayu Widya selaku pelaksana pekerjaan tersebut, tidak mengelak jika proyeknya didapat melalui salah seorang oknum wartawan. Agus juga mengaku dirinya memberikan fee atau komisi pada oknum wartawan atas proyek itu sebesar 15 persen dari nilai anggaran pekerjaan.

“Memang benar saya mendapatkan dari salah satu wartawan, tapi saya akan berusaha mengedepankan kualitas pembangunan fisik karena ini menjadi tanggung jawab saya,” ujarnya ketika dikonfirmasi Rabu, (3/7/2013).

Untuk diketahui, proyek pembangunan gedung Ponkesdes di Desa Batu Ampar tersebut ditargetkan selesai pada akhir bulan juli 2013. Sedangkan indikasi kualitas yang kurang maksimal terletak pada berkurangnya anggaran, yakni terpotong fee atau komisi sebesar 15 persen atau sekitar Rp.25 juta. (fri/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.